CHIKUNGUNYA
Chikungunya di Indonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda pada tahun 1973. Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, sepanjang tahun 2017 terdapat 126 kasus chikungunya di 4 kota/kabupaten di Indonesia. Dari 126 kasus tersebut, 121 kasus terjadi di provinsi Sulawesi Tengah, sedangkan 5 sisanya terjadi di Aceh. Hingga saat ini, belum ada laporan kematian akibat chikungunya. Hampir di seluruh wilayah Indonesia berpotensi mengalami kejadian luar biasa (KLB) chikungunya. Kejadian ini biasa terjadi pada akhir musim hujan.
Pengetian Chikungunya
Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albpictus yang sama menyebabkan demam berdarah. Chikungunya merupakan infeksi akibat virus yang di bawa oleh nyamuk. Virus penyebab chikungunya termasuk dalam Genus Alphavirus; Family Togaviridae.
Kenali cara penularan chikungunya
Virus chikungunya dapat ditemukan di dalam darah pada minggu pertama setelah seseorang terinfeksi. Jika orang yang terinfeksi tersebut digigit nyamuk yang merupakan perantara infeksi chikungunya, maka virus tersebut masuk ke dalam tubuh nyamuk. Nyamuk yang telah terinfeksi dapat menularkan virus chikungunya ke orang shat lainnya jika nyamuk menggigit orang tersebut.
Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit chikungunya, seperti: bayi, usia>65 tahun, berpergian ke daerah wabah, tinggal di negara tropis yang kebersihan dan sanitasi lingkungan yang buruk (WHO. 2014).
Penyebaran chikungunya melalui gigitan nyamuk yang membawa virus chikungunya. Pada umumnya nyamuk ini menyerang di siang hari, namun gigitan terutama saat dini hari dan sore hari. Sehingga orang yang sering berada di luar rumah, akan lebih rentan terkena virus ini.
Gejala Chikungunya
Gejala dimulai terasa pada 4-8 hari, namun dapat juga dimulai sejak 2-12 hari setelah gigitan. Gejala awal menyerupai gejala flu, yaitu: demam yang tiba-tiba, nyeri sendi, berlangsung berminggu-minggu yang merupakan gejala utama chikungunya.
Selanjutnya muncul gejala nyeri otot, kedinginan, sakit kepala tidak tertahankan, bintik-bintik merah di tubuh, kelelahan, mual dan muntah. Nyeri sendi, umumnya tetap terasa berbulan-bulan hingga tahun. Kadang-kadang chikungunya menyebakan komplikasi. Seperti gangguan saraf, mata, jantung dan saluran pencernaan.
Diagnosis Chikungunya
Diagnosis terhadap penyakit chikungunya, dilakukan melalui pemeriksaan darah seperti Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Pemeriksaan laboratorium sangat penting, karena gejala klinis yang ditimbulkan penyakit chikungunya sangat mirip dengan demam dengue (WHO. 2014).
Pemeriksaan penunjang apa saja yang dibutuhkan?
a. Hitung darah lengkap: pada hasil hitung darah lengkap biasanya didapatkan thrombocytopenia (penurunan jumlah trombosit) dan /ymphopenia (penurunan jumlah limfosit).
b. Pemeriksaan fungsi ginjal dan hati: biasanya didapatkan peningkatan nilai fungsi ginjal dan enzim hati.
c. IgG dan IM chikungunya: biasanya antibodi terdeteksi pada akhir minggu pertama terinfeksi chikungunya.
Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi akibat infeksi chikungunya, antara lain: myocarditis, penyakit mata (uveitis, retinitis), hepatitis, dan gangguan ginjal.
Pengobatan Chikungunya
Virus chikungunya tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan khusus. Dianjurkan agar penderita chikungunya banyak istirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas berat. Selain itu, pemberian obat pereda rasa sakit dan antiradang untuk meredakan gejala, dan obat penurun demam. Untuk mengatasi dehidrasi. penderita diberikan cairan oralit atau infus.
Pencegahan Chikungunya
Pencegahan secara spesifik belum bisa dilakukan dikarenakan vaksin belum ditemukan. Sehingga untuk mencegah penyebaran virus chikungunya, dilakukan pemberantasan habitat nyamuk untuk berkembang biak, dan menghindari gigitan nyamuk chikungunya.
Sumber :
Setyaningsih, W. dkk. (2021). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Tahta Media Group.
Prihaningtyas, R, A. (2014). Deteksi dan Cepat Obat 30 + Penyakit yang Sering Menyerang Anak. Yogyakarta;Media Pressindo
Komentar
Posting Komentar